5 Khasiat Buah Naga untuk Kesehatan Manusia

3 min read

manfaat buah naga ungu

Buah naga termasuk tanaman tropis dan tumbuh baik pada curah hujan 600 hingga 1300 mm per tahun. Hujan yang terlalu deras dan berkepanjangan akan menyebabkan kerusakan yang ditandai dengan proses pembusukan yang lebih cepat. Temperatur maksimum untuk syarat tanaman ini berbuah subur berkisar 38 sampai 40 derajat celcius.

Buah naga disebut juga kaktus manis atau kaktus madu dan termasuk dalam keluarga tanaman kaktus dengan karakteristik memiliki duri pada setiap ruas batangnya. Walaupun sering digolongkan sebagai tanaman kaktus, tanaman buah naga bukanlah buah dari tanaman kaktus biasa yang biasa kita kenal sebagai prickly pear atau Opuntia ficus-indica.

Tanaman buah naga sering disebut dengan nama kaktus pemanjat atau nama latinnya Hylocereus undatus. Hal ini dikarenakan ketika ditemukan pertama kali di tempat tumbuhnya yang asli di lingkungan hutan belantara yang teduh, batangnya memang memanjat batang tanaman lain.

manfaat buah naga ungu

Jika tanaman buah naga dicabut dari tanah, uniknya, tanaman ini akan tetap hidup sebagai epifit, dimana akan menyerap air dan mineral melalui akar yang ada di batangnya.

Khasiat buah naga adalah menurunkan kadar kolesterol, bisa digunakan untuk menyeimbangkan kadar gula darah, menguatkan fungsi organ ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak.

Keunikan tanaman buah naga adalah batangnya berbentuk segitiga. Selain itu, durinya pendek sekali dan tidak mencolok. Bunganya mekar pada malam hari. Tanaman ini biasanya berbuah sekitar bulan Juli hingga November.

Di dunia dikenal ada empat jenis buah naga, dimana yang pertama adalah jenis buah naga daging putih (Hylocereus undatus), yang kedua berjenis buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), lalu yang ketiga adalah buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis), dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus) sebagai jenis keempat.

Buah naga daging putih ternyata menjadi pilihan banyak orang dari keempat jenis yang ada tersebut. Selain bentuk dan ukurannya yang lebih besar dari tiga jenis buah naga lainnya, buah naga daging putih juga terasa lebih segar karena mengandung rasa masam yang khas.

Baca juga: 15+ Khasiat Daun Binahong bagi Kesehatan Manusia

Masyarakat Cina kuno menganggap buah naga membawa berkah, sehingga sering diletakkan diantara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar persembahan kepada dewa. Warna merah buah menjadi mencolok diantara warna naga yang hijau.

Akhirnya tradisi ini dianut juga oleh orang-orang Vietnam yang menganut budaya Cina, yang terkenal dengan nama thang loy yang kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi dragon fruit.

Buah Naga Kaya Serat

Kandungan serat pada buah naga sangat baik mencapai 0,7 – 0,9 gram per 100 gram. Serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan serat akan mengikat asam empedu dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Dengan demikian, semakin tinggi konsumsi serat maka semakin banyak asam empedu dan lemak dikeluarkan oleh tubuh.

Kandungan serat pada buah naga sangat berguna untuk mencegah kolesterol dan sistem pencernaan. Serat pangan atau dietary fiber berguna untuk memperpendek masa transit time, dimana waktu yang dibutuhkan makanan yang bermula dari rongga mulut hingga sisa makanan yang akan dikeluarkan dalam bentuk feses.

Dalam waktu bersamaan, serat pangan bekerja dengan mengikat zat-zat karsinogenik berkat transit time yang pendek, sehingga rentang waktu zat karsinogenik berada dalam tubuh juga semakin pendek. Artinya kesempatan untuk membahayakan tubuh menjadi semakin kecil.

Baca juga: Cara aman memutihkan wajah dengan bahan-bahan alami

Serat pangan sangat baik untuk mencegah penyakit diabetes mellitus, jantung, stroke, kanker, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Hanya saja sangat disayangkan konsumsi makanan berserat di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yaitu sekitar 10 gram per orang per hari. Padahal, sangat disarankan mengonsumsi serat pangan sekitar 20-30 gram per orang per hari.

Buah naga terkenal sebagai salah satu sumber betakaroten. Betakaroten merupakan pro-vitamin A yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang sangat berguna untuk penglihatan, reproduksi, dan proses metabolisme lainnya.

Diperkirakan setiap 6 mikrogram betakaroten mempunyai aktivitas biologis setara dengan 1 mikrogram retinol. Kelompok FAO-WHO telah menghitung bahwa hanya separuh dari betakaroten yang terserap yang akan diubah menjadi vitamin A. Kira-kira hanya 1/6 dari kandungan karoten dalam bahan makanan yang akhirnya akan dimanfaatkan oleh tubuh.

Betakaroten juga merupakan jenis antioksidan yang dapat berperan penting dakam mengurangi konsentrasi radikal peroksil. Kemampuan bekaroten bekerja sebagai antioksidan berasal dari kesanggupannya untuk menstabilkan radikal berinti karbon. Betakaroten sendiri bekerja sangat efektif pada konsentrasi rendah oksigen, sehingga menjadi kombinasi yang cocok untuk melengkapi sifat antioksidan vitamin E yang efektif pada konsentrasi tinggi oksigen.

Unsur senyawa aktif betakaroten dikenal sebagai unsur untuk mencegah munculnya kanker, khususnya kanker kulit dan paru. Sehingga zat aktif ini dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu rentang waktu yang relatif lebih lama jika dibandingkan dengan vitamin A, sehingga akan memberikan perlindungan lebih optimal terhadap potensi munculnya kanker.

Menurunkan Kolesterol

Buah naga sangat baik untuk sistem peredaran darah dan mengurangi tekanan emosi, serta menetralkan racun dalam darah. Menurut Badan Litbang Pertanian RI, buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak. Khasiat buah naga masih belum banyak diketahu masyarakat luas. Hal ini dikarenakan penelitian yang masih terbatas, dan penyebarannya pun belum luas seperti buah-buah lainnya.

Buah naga merupakan mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang cukup banyak sehingga sangat cocok dijadikan sumber mineral yang dibutuhkan tubuh. Kandungan vitamin B1 pada buah naga per 100 gram daging buah bisa mencapai 0,3 mg. Konsumsi vitamin B1 per orang per hari yang dianjurkan adalah sekitar 0,5 – 0,9 mg untuk anak-anak di bawah 10 tahun, serta 0,9 – 1.0 mg untuk orang dewasa. Sedangkan untuk wanita hamil dan ibu menyusui perlu mendapatkan tambahan asupan vitamin B1 sebesar 0,3 mg per hari di atas kebutuhan normalnya.

Pada prinsipnya tiamin atau vitamin B1 berperan sebagai koenzim dalam reaksi-reaksi yang menghasilkan energy dari karbohidrat dan memindahkan energi membentuk sneyawa kaya energy yang disebut ATP. Kekurangan tiamin akan menyebabkan polyneuritis (beri-beri kering) yang disebabkan oleh terganggunya transmisi saraf atau jaringan saraf sehingga akan menderita kekurangan energi. Gejala kekurangan tiamin mula-mula adalah lelah, hilang selera makan, berat badan menurun, dan gangguan pencernaan.

Buah naga juga mengandung kalium, zat besi, protein, dan kalsium dalam jumlah yang culup baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Zat-zat tersebut juga baik untukmentralkan racun dalam darah, meningkatkan daya penglihatan, dan mencegah hipertensi.

Kandungan air pada buah naga juga cukup tinggi yaitu mencapat 83 gram per 100 gram daging buah. Karena itu tidak heran, buah naga juga sering ditemui dijadikan pencuci mulut yang lezat.

Demikian informasi seputar buah naga yang kini kerap menjadi pilihan buah di meja makan selain buah lainnya seperti mangga, pepaya, dan semangka. Dengan kandungan senyawa aktif yang banyak manfaatnya untuk kesehatan manusia, sehingga tidak heran buah naga perlahan mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia.

Selain di makan begitu saja sebagai sajian buah segar, ternyata buah kaktus manis ini juga bisa disajikan layaknya sup yang dicampur dengan daging maupun tulang, ada juga yang memanfaatkannya sebagai bahan baku salad ataupun digoreng dengan sambal terasi.