10 Tanda Penyakit Ginjal dan Cara Mengobatinya

5 min read

ciri ciri penyakit ginjal stadium awal

Ginjal adalah organ vital manusia berbentuk kacang merah, ukurannya kira-kira sekepalan tangan. Letaknya di sekitar tengah punggung, di bawah tulang rusuk.

Setiap orang dikaruniai dua ginjal, di kiri dan kanan. Jika salah satu ginjal telah rusak atau diangkat, namun yang satu lagi masih sehat, organ tubuh ini masih dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Pada dasarnya, manusia masih bisa tetap hidup normal hanya dengan memiliki satu ginjal.

Tugas organ ini mengeluarkan sampah dan cairan yang berlebihan dalam bentuk urin sehingga kualitas dan kuantitas cairan tubuh terkendali. Selain menyapu limbah tak berguna, ginjal juga membuat hormon untuk menjaga kekuatan tulang dan kesehatan darah.

ciri ciri penyakit ginjal stadium awal

Ginjal juga memproduksi hormon dan vitamin, contohnya hormon renin yang berfungsi membantu mengontrol tekanan darah. Ginjal juga membantu mengontrol sodium, potasium klorida, pH, kalsium, fosfat, dan magnesium.

Baca juga: 10 Manfaat Singkong bagi Kesehatan Manusia

Di dalam tiap ginjal terdapat jutaan struktur yang disebut nefron untuk menyaring darah. Kerusakan pada nefron inilah yang berakibat terjadinya penyakit ginjal. Kerusakan itu terjadi secara perlahan dan bisa saja tanpa gejala. Padahal jika ginjal sudah sakit berat, bisa memerlukan perawatan seumur hidup.

Banyak penyakit yang datang diam-diam, tanpa isyarat apapun. Salah satunya gangguan fungsi ginjal. Namun, bila Anda mengalami nyeri pinggang yang berat, sering muntah, urin berdarah atau berbuih, gangguan kemih, waspadalah!. Siapa tahu itu akibat penyakit ginjal.

Apabila fungsi ginjal terganggu, sampah-sampah bisa menumpuk di dalam tubuh, sehingga tekanan darah naik. Tubuh bisa menahan cairan secara berlebihan, tetapi tidak mampu membuat cukup sel-sel darah merah. Kalu sudah terjadi seperti itu sering disebut dengan istilah gagal ginjal. Dan jika ini terjadi, diperlukan tindakan Dialisis (cuci darah) atau bahkan cangkok ginjal.

Pinggang Sakit

Kasus yang sering dikeluhkan adalah adanya batu ginjal. Batu ginjal adalah materi padat yang terbentuk di dalam ginjal, bisa seukuran sebutir pasir hingga sebesar mutiara. Sebagian besar kasus batu ginjal bisa dikeluarkan tanpa tindakan medis, tetapi terkadang perlu operasi. Hal ini harus diperhatikan karena batu ginjal bisa menyumbat saluran air kemih sehingga menyebabkan rasa nyeri yang hebat.

Menurut Prof. DR. Dr. Jose Roesma, Sp.PD-KGH, 90 persen kasus batu ginjal adalah batu kalsium oksalat dan 5 persen batu asam urat. Penyebabnya sejauh ini belum diketahui secara pasti. “Dulu dikaitkan dengan makanan dan minuman. Contohnya, di Indonesia ada daerah yang banyak batu, di daerah lain tidak. Kebiasaan minum kurang dan banyak kapurnya, tetapi itu hanya teori, belum terbukti”, ucap ahli ginjal dari Divisi Ginjal dan Hipertensi Bagian Penyakit Dalam, FKUi Jakarta ini.

Gejala umum penyakit ini, menurutnya bergantung pada besarnya batu, lokasi dan apakah menimbulkan keluhan lain. “Secara umum, saat buang air kecil mengeluarkan darah atau nyeri, maupun pinggang sakit”, tambahnya.

Kalau batu ginjal terus menyumbat dan menimbulkan infeksi tentu saja akan mempengaruhi fungsi ginjal. Tugasnya tidak bisa lagi berlangsung 100 persen.

Tergantung Stadium

Untuk penyakit ginjal yang dikarenakan radang atau inflamasi dan infeksi, bisa melakukan terapi air minum atau konsumsi obat-obatan dari dokter untuk menyembuhkan atau mengurangi efeknya.

Sementara untuk batu ginjal, bisa dengan terapi obat (farmakologis) atau penembakan dengan teknik ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) yang bekerja dengan memanfaatkan gelombang kejut saat memecahkan batu ginjal. Biasanya metode ini digunakan untuk batu berukuran diameter kurang dari 3 cm.

Jika fungsi ginjal sudah sangat terganggu, bahkan mengalami gagal ginjal biasanya perlu dilakukan cangkok atau transplantasi. Penanganannya atau terapi untuk penyembuhannya sangat bergantung pada stadium. Kalau fungsi ginjal sudah jelek total di bawah 10 persen dan disertai keluhan lain, harus cuci darah. Jika fungsi ginjal masih di atas 10 persen, Anda perlu usaha untuk menjaga agar fungsinya tidak menjadi parah.

Penyakit ginjal pada umumnya sering ditemukan pada orang lanjut usia dan relatif jarang terjadi pada orang muda. Gangguan ginjal biasanya muncul akibat adanya penyakit lain yang mempunyai faktor resiko tinggi, seperti diabetes mellitus dan hipertensi.

Gangguan pada pembuluh darah seperti hipertensi, diabetes, dan aterosklerosis dapat menurunkan kemampuan ginjal dalam menyaring darah dan mengatur cairan tubuh. Penyakit dan infeksi di bagian tubuh yang lain juga bisa memicu terjadinya penyakit ginjal. Karena itu, jika Anda sudah mempunyai penyakit tekanan darah tinggi atau diabetes, sangat dianjurkan untuk rajin memeriksakan kesehatan ginjalnya sebagai langkah deteksi dini.

Tanda Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal sering berlangsung diam-diam selama beberapa tahun, tanpa memberikan gejala pada pengidapnya. Karena itu penting melakukan tes darah dan urin rutin. Jika terdeteksi adanya darah atau protein dalam urin dan kadar zat kimia seperti kreatinin dan BUN (Blood Urea Nitrogen) yang tidak normal dalam darah, merupakan ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal./

Kewaspadaan harus ditingkatkan jika Anda menhalami kondisi sebagai berikut:

Perubahan Urin

Ginjal bertugas membuat urin, jadi jika mengalami gangguan akan terjadi perubahan pada urin. Perubahan tersebut seperti jadi sering berkemih di malam hari, urin berbusa, jadi banyak berkemih dengan warna urin pucat, sedikit berkemih dengan warna urin gelap serupa kopi, urin bercampur darah, berkemih tidak lancar, dan terasa panas saat berkemih.

Bengkak

Ginjal yang tidak mampu mengeluarkan banyak cairan biasanya ditandai dengan adanya pembengkakan di area pergelangan kaki, pergelangan tangan, wajah, sekitar mata, perut, dan paha

Letih dan lemah

Ginjal sehat memproduksi hormon eritropoetin yang akan memerintahkan tubuh mengalirkan oksigen melalui sel-sel darah merah. Jika ginjal sakit, produksi hormon akan berkurang sehingga oksigen yang dibawa oleh sel-sel darah merah menjadi berkurang. Akibatnya otot-otot dan otak merasa cepat lelah. Kondisi inilah yang kerap disebut anemia .

Ruam Kulit atau Gatal-gatal

Ginjal memindahkan sampah-sampah dari aliran darah. Jika organ ini tidak berfungsi optimal, sampah akan menumpuk dalam darah dan menyebabkan rasa gatal yang cukup parah.

Rasa tak Enak di Mulut atau Napas Bau

Timbunan sampah yang tidak bisa dipindahkan dalam aliran darah akan membuat rasa makanan berubah dan menyebabkan bau mulut. Jika Anda merasa tidak suka mengonsumsi makanan favorit atau kehilangan nafsu makan sehingga berat badan turun, maka Anda harus waspada. Keringat juga bisa menimbulkan bau yang menyengat.

Mual dan Muntah

Tumpukan sampah dalam aliran darah dapat menyebabkan rasa mual dan muntah, yang akibatnya mempengaruhi nafsu makan dan akhirnya berujung pada turunnya berat badan secara berangsur-angsur.

Susah Bernafas

Kondisi ini berhubungan dengan ginjal. Bis akarena cairan yang berlebihan di dalam tubuh dan menumpuk di organ paru-paru atau karena anemia sehingga tubuh kekurangan oksigen.

Mengigil

Karena berat badan terus berkurang dan selalu letih dan lemah, perasaan kedinginan akan muncul sepanjang waktu meskipun berada di ruangan yang hangat.

Gangguan Konsentrasi dan Pusing

Asupan oksigen dari sel darah merah ke otak yang telah berkurang dari ketidaknormalan kerja ginjal membuat susah konsentrasi dan mengingat. Kondisi ini juga diperparah dengan perasaan pening yang selalu muncul.

Nyeri di Kaki atau Pinggang

Penyakit ginjal polisistik akibat cairan memenuhi kista di dalam ginjal dan kadang lever akan menyebabkan rasa nyeri.

Cara Meluruhkan Batu Ginjal

Salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk menghancurkan batu ginjal secara alami adalah tempuyung. Tanaman yang memiliki nama latin Sonchus Arvensis memiliki efek diuretik sehingga dapat mendorong pengeluaran batu sekaligus berefek litotropik atau menghancurkan batu ginjal.

Tanaman liar ini mengandung ion kalium dan sejak lama sudah dimanfaatkan untuk meluruhkan atau menghancurkan batu ginjal. Kalium inilah yang mampu mengusir kalsium untuk bersatu dengan senyawa karbonat, oksalat, maupun urat yang menjadi pembentuk batu ginjal. Lalum batu ginjal yang sudah pecah menjadi serpihan-serpihan akan larut dan keluar bersama urin.

Cara konsumsinya bisa dikeringkan lalu diseduh atau direbus, dan airnya diminum seperti halnya mengonsumsi teh. Yang lebih praktis yaitu dengan menyantap langsung sebagai lalapan tetapi sebelumnya daun seperti sawi ini dicuci bersih terlebih dahulu.

Tanaman lain yang berkhasiat melenyapkan batu ginjal adalah Srigunggu yang mempunyai nama latin Clerodendron serratum Speng. Tanaman ini memiliki kadar kalium yang tinggi dan kaya akan flavonoid yang bersifat antioksidan. Penggunaanya tidak jauh berbeda dengan tempuyung, yaitu direbus lalu airnya diminum.

Di daerah Jawa Tengah, daun yang terkenal ampuh menghancurkan batu ginjal adalah Keci Beling. Tanaman dengan nama latin Ruellia Napifera Zall ini tumbuh liar dan mudah ditemukan, mempunyai kandungan kalium berkadar tinggi yang sangat ampuh untuk meluruhkan batu ginjal.

Pernah dengar Sukun?, biasanya yang dikonsumsi adalah buahnya, tetapi daun sukun ternyata mempunyai khasiat yang dipercaya dapat meringankan penyakit ginjal. Caranya dengan membuat teh dari daun sukun dengan mencuci bersih daun, dirajang kemudian dijemur sampai kering. Dan kering inilah yang kemudian direbus dan airnya diminum. Hanya saja, khasiat daun sukun ini belum banyak diteliti seperti tanaman obat lainnya.   

Demikianlah sekelumit penyakit ginjal yang harus Anda ketahui sejak dini tanda-tandanya. Sakit pinggang, rasa nyeri hebat yang muncul menjadi tanda-tanda umum yang sering diabaikan. Jika Anda mengalami hal-hal tersebut di atas, segera saja untuk memverifikasinya dengan pengecekan darah dan urin di laboratorium dan minta advise dari dokter.

Selalu diingat, jika ginjal terlambat ditangani apalagi hingga gagal fungsi, akan sangat mempengaruhi kualitas hidup pribadi dan keluarga di sekelilingnya. Jadi bijaklah untuk selalu melakukan pola hidup sehat.