5 Cara Mudah Mengecek Baterai UPS

perintahdasar.com – Ketersedian listrik dari PLN merupakan hal yang utama saat kita menggunakan computer dan juga server. Namun proses pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN pun sering kita jumpai dan alami, hal ini tentunya akan mengakibatkan computer rentan akan resiko rusak karena tidak melakukan proses shutdown sebagaimana mestinya. Selain itu terkadang kita temui file yang sudah kita kerjakan tidak bisa dibuka dengan baik karena file sudah mengalami corrupt.

Untuk itu ketersediaan UPS (Uninterruptible Power Supply) menjadi sebuah keharusan guna melindungi data, file dan informasi disaat terjadinya pemutusan listrik oleh PLN kemudian computer atau server mempunyai waktu untuk melakukan proses shutdown sesuai prosedur untuk menghindari file corrupt. Namun, setiap perangkat elektronik memiliki masa operasinya, demikian juga dengan UPS. Dalam kesempatan ini, penulis mencoba untuk membagi cara mudah mengecek UPS masih dalam kondisi bagus atau tidak.

baterai UPS

Langkah pertama adalah dengan mencolokan kabel AC dari UPS ke outlet listrik kemudian nyalakan power UPS. Jika lampu LED power menyala, maka bisa dikatakan UPS masih bekerja sebagaimana mestinya. Jika tidak menyala, bukan berarti baterai di UPS sudah rusak atau sudah tidak mampu melakukan proses pengisian atau charging sebagaimana biasanya.

Langkah kedua dalam proses pengecekan baterai UPS adalah, baca kembali buku manual atau petunjuk UPS tersebut. Lakukan pengisian ke baterai yang ada di UPS sesuai dengan arahan atau petunjuk yang disebutkan di buku manualnya. Ukuran baterai akan menentukan seberapa lama proses charging atau pengisian akan terjadi. Semakin besar kapasitas baterai maka semakin lama pula proses pengisiannya.

Sebagai langkah ketiga, lakukan proses reset pada sirkuit internal breaker yang biasanya berada di bagian belakang atau di atas dari UPS. Baca buku manual kembali untuk mencari breaker tersebut.

Langkah keempat dalam melakukan pengecekan baterai UPS adalah setelah melakukan reset seperti di atas maka kabel AC dihubungkan ke outlet “Surge Protector & Battery Backup” yang berada di belakang UPS, kemudian dinyalakan. Namun untuk informasi, UPS memang memiliki banyak outlet konektor tetapi tidak semuanya disuplai oleh baterai.

Sebagai langkah terakhir, lepaskanatau unplug kabel AC UPS dari outlet listrik PLN. Jika perangkat yang kita hubungkan ke UPS masih tetap nyala maka kondisi UPS masih oke. Yang perlu diperhatikan sekarang adalah seberapa lama baterai mampu memberikan power ke perangkat computer atau server dengan melihat kembali buku manual atau petunjuk yang ada. Jika sesuai dengan spesifikasi maka UPS dengan baterai di dalamnya berarti dalam kondisi bagus. Sedangkan jika baterai tidak mampu lagi memberikan power ke perangkat computer atau server sesuai dengan buku manual UPS tersebut, maka perlu dianggarkan untuk membeli baterai UPS. Silakan merujuk ke buku manual atau vendor terdekat untuk mendapatkan baterai yang sesuai dengan UPS yang dipakai.

5 Cara Mudah Mengecek Baterai UPS |Henry |4.5 | dibaca 5,314 kali