3 Kelemahan Utama ROM Stock Android

Sistem Android murni yang sering dikenal sebagai ROM android stock telah banyak menjadi pilihan bagi para pengguna smartphone android yang ingin mendapatkan tampilan smartphone sederhana, sedikit bloatware dan diupdate dengan rutin. Tetapi dibalik keunggulannya tersebut ada 3 kelemahan ROM stock android yang bagi sebagian penggunanya cukup mengganggu, apalagi jika sudah terbiasa dengan salah satu UI yang diberikan oleh vendor pabrikan smartphone android.

3 Kelemahan Utama ROM Stock Android

Sistem operasi android stock didesain untuk lebih fokus pada kinerja, performa,dan keamanan saat menggunakan smartphone dibandingkan dengan beragam tampilan user interface serta berbagai fitur yang cukup beragam yang ujung-ujungnya membebani system android itu sendiri. Hanya saja dibalik kelebihannya, Android stock ROM memiliki sejumlah alasan untuk tidak digunakan, mari kita simak 3 alasan tersebut.

3 Alasan Kenapa Tidak Menggunakan ROM Stock Android

Alasan berikut bukan berarti meninggalkan begitu saja opsi menggunakan system operasi Android murni, melainkan sebagai informasi jika ada pengguna yang ingin beralih melakukan flash terhadap smartphone yang digunakannya untuk menggunakan Android Stock ROM seperti LineageOS atau custom ROM lainnya yang berbasis pada AOSP (Android Open Source Project)

1. Minim Kustomisasi Tampilan

Tampilan atau system User Interface di smartphone android sangat beragam bergantung pada vendor pabrikan pembuatnya. Jika di Xiaomi mempunyai MIUI, Asus dengan ZenUI, Sony dengan Xperia, dan lain-lain. Maka di smartphone yang menjalankan Android stock tidak ada banyak pilhan untuk mengganti tampilan atau tema alias itu-itu saja.

Tentu saja hal ini akan sangat mengecewakan bagi para pengguna yang ingin mendapatkan personalisasi tampilan di smartphone android yang digunakannya. Sehingga biasanya yang menggunakan Android Stock adalah para pengguna yang ingin mendapatkan kinerja lebih baik dengan smartphonenya dikarenakan keterbatasan spesifikasi hardware sehingga harus ada yang dikorbankan untuk mendapatkan peningkatan performa smartphone, yaitu tampilan User Interface.

Di smartphone yang menjalankan Android Stock benar-benar sangat terbatas untuk merubah tampilan bahkan tema yang digunakan.  Bahkan untuk opsi jenis ikon dan ukurannya serta menampilkan jumlah aplikasi perbaris atau perkolom tidak diberikan oleh Google, jika pun bisa dilakukan maka dibutuhkan proses selanjutnya yaitu dengan meng-install Mod, Xposed Framework dan modifikasi lainnya yang harus dilakukan dengan me-root smartphone dan tentunya hal ini akan berakibat pada patch keamanan di ponsel android yang digunakan.

Salah satu smartphone android terbaru yang menggunakan OS Android stock adalah Mi A1 yang dibesut oleh Xiaomi yang bekerjasama langsung dengan Google.

2. Tampilan Persentase Baterai

Smartphone Android identik dengan pemakaian baterai yang cukup boros, apalagi smartphone tersebut memiliki layar yang lebar dan banyaknya aplikasi yang berjalan baik secara langsung maupun masih berjalan di background. Tentu hal ini menjadi penyebab para pengguna smartphone tidak senang jika perangkat mereka mulai kehabisan daya.

Untuk itu, banyak pengguna smartphone yang selalu menampilkan persentase baterai di layar “Home” agar bisa mengetahui berapa persen sisa baterai mereka. Dengan begitu, pengguna bisa menghemat baterai hanya untuk hal-hal penting. Sayangnya, hal ini agak sulit untuk menampilkan persentase baterai pada smartphone yang menjalankan Android Stock, sebab pengaturan ini tidak langsung tersedia di menu Settings.

Meski begitu, pengguna bisa tetap menampilkannya dengan langkah yang cukup rumit. Pertama, gulirkan notifikasi ke bawah, tekan gambar Gear (Settings) agak lama hingga muncul tulisan “Congrats, System UI has been adding”. Selanjutnya, Anda bisa memilih opsi “Sistem UI Tuner” kemudian pilih “Status Bar” dan masuk ke opsi “Battery.” Pada menu tersebut kamu bisa memilih untuk menampilkan persentase baterai di Home.

3. Fitur Kurang Beragam

Tampilan yang ada di smartphone yang menggunakan Android Stock memang sederhana dan ringkas karena lebih menekankan ke kinerja atau performa smartphone. Hanya saja meskipun demikian, ada beberapa fitur yang memang sangat dibutuhkan tetapi hanya ada di smartphone yang menggunakan Android modifikasi dari vendor pabrikan.

Salah satunya adalah fitur Split Screen dan Picture in Picture yang sebelumnya sudah bisa digunakan pada smartphone Samsung dan LG beberapa tahun lalu. Sementara, kedua fitur ini baru hadir di Android Oreo dan Nougat. Hanya saja, bagi mereka yang menginginkan tampilan smartphone yang simple dan bersih Android Stock merupakan pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Penulis sendiri terkadang melakukan flash Android stock ROM berbasis LineageOS pada Xiaomi Mi 4c disaat ROM bawaan MIUI dirasa berat. Tetapi saat ROM bawaan MIUI mulai cepat dan semakin bagus performanya, maka tidak segan smartphone Mi 4c akan di flash ulang ke ROM MIUI atau custom ROM yang berbasis MIUI.

Memang jujur saja, penampilan system operasi Android murni sangat sederhana dan bagi penulis yang sudah terbiasa dengan MIUI, akan sangat kentara sekali perbedaannya. Apalagi ada banyak fitur yang sangat berguna di MIUI danitu tidak ada di Android Stock ROM. Kembali lagi, pilihan itu semua ada ditangan para pengguna smartphone android. Karena toh, jika ingin meng-install Android stock ROM di smartphone android harus melakukan unlock bootloader, meng-install custom recovery, baru  kemudian melakukan flashing file ZIP ROM yang diinginkan.

Semoga saja bagi yang ingin menggunakan Android Stock ROM mendapatkan informasi awal agar tidak merasa sia-sia saat sudah sukses mengganti ROM bawaan dari vendor dengan ROM android stock karena ekspektasi saat menggunakan android stock ROM tidak sesuai dengan harapan.

3 Kelemahan Utama ROM Stock Android |Wildan |4.5 | dibaca 119 kali