10+ Tanda-tanda Munculnya Mioma di Rahim Wanita

2 min read

penyebab kista muncul di rahim wanita

Dari kasus-kasus mioma yang terjadi, rata-rata hanya 25 persen yang menimbulkan gejala dan perlu penanganan medis. Mioma atau sering disingkat miom dikategorikan sebagai tumor jinak yang 1 persen diantaranya bisa berkembang menjadi ganas.

 Seperti kebanyakan tumor lainnya, mioma juga belum bisa diketahui penyebab pastinya. Yang pasti pertumbuhan miom umumnya lambat. Jadi sebetulnya, tidak berbahaya tetapi cukup mengganggu.

Salah satu tanda mioma yang cukup mengganggu adalah menstruasi yang berlebihan, dimana pada fase menstruasi bisa terjadi selama dua minggu, sehingga menghabiskan banyak pembalut jadi seperti orang keguguran.

penyebab kista dan mioma

Menstruasi yang berlebihan ini dikarenakan membesarnya rahim, sehingga area permukaan yang terlepas juga lebih luas. Gejala lain yang sering dikeluhkan pasien adalah perut yang membesar. Namun kondisi ini harus dikonfirmasi, apakah pembesaran itu terjadi karena mioma atau akibat tumpukan lemak di perut.

Sebenarnya mioma merupakan pertumbuhan otot-otot halus pada dinding rahim. Jumlah dan ukuran mioma ini bervariasi. Ada yang tumbuh hanya satu, tetapi bisa juga dalam kelompok. Ukurannya pun beragam, dari yang berdiameter 1 mm hingga lebih dari 20 cm.

Baca juga: Khasiat dan manfaat daun binahong sebagai salah satu cara solusi pengobatan alami untuk kesehatan manusia

Meski belum diketahui penyebabnya, munculnya mioma berkaitan dengan hormon estrogen dan kebanyakan terjadi pada wanita selama masa subur. Mioma tidak tumbuh sebelum tubuh memulai produksi estrogen. Tumor ini cenderung tumbuh lebih cepat selama kehamilan karena tubuh memproduksi ekstra estrogen. Saat mulai menopause, umumnya mioma berhenti tumbuh dan mengecil dengan sendirinya bahkan hilang.

Belum diketahui mengapa pada beberapa orang, mioma tumbuh lebih cepat disbanding orang lain. Tak heran jika dijumpai mioma yang begitu besar pada pasien yang baru berusia 20-an, sementara pada wanita usia 40-an miomanya kecil. Yang umum terjadi pertumbuhan mioma lambat dan bisa tanpa gejala.

Belum Optimal

Pemeriksaan fisik terhadap ada tidaknya miom bisa dilakukan dokter dengan meraba perut bagian bawah atau dengan memasukkan dua jari melalui vagina sementara satu tangan yang lain mendorong bagian hypogastrium (pemeriksaan bimanual).

Pemeriksaan ultrasound juga sangat membantu dan dapat melihat ukuran serta kontur rahim dan apabila ada massa tumor maupun kanker ganas. Teknologi tercanggih dengan CT-scan dan MRI, tetapi tentunya perlu biaya mahal.

Jika mioma tidak mengganggu, biasanya tak memerlukan pengobatan. Saat ini sudah ada obat untuk mengecilkan ukuran mioma, yakni dengan mengurangi kadar estrogen. Namun, pasien akan berada pada kondisi pseudomenopause (menopause palsu) dan bisa mengalami gejala menopause. Terapi obat juga perlu dilakukan dalam jangka panjang dengan biaya tidak sedikit.

Tindakan operasi ini tergantung pada ukuran dan gejala. Jika pembengkakan rahim lebih kecil dari ukuran orang hamil 4 bulan, biasanya tidak perlu dioperasi, apalagi jika pasien sudah dalam masa menjelang menopause. Kalau lebih besar dari itu dab pasien mengalami banyak gejala seperti aliran haid banyak dan lama, perdarahan vagina yang tidak biasa dan nyeri, perlu dilakukan pengangkatan mioma (miomektomi) atau malah pengangkatan rahim (histerektomi).

Bila pasien masih menginginkan punya anak, maka bisa dipilih miomektomi. Sebaliknya jika tidak mungkin atau jika pasien sudah punya anak yang dirasa cukup, maka tindakan histerektomi bisa dipertimbangkan.

Resiko Aborsi

Mioma bisa membuat penderita sulit punya anak. Kalaupun berhasil hamil, ada resiko keguguran atau kelahiran premature. Kemungkinan hamil tergantung lokasi dan ukuran miom. Jika miom menghambar saluran falopi bisa menyulitkan proses kehamilan. Jika tidak menutupi jalan lahir, perempuan hamil dengan miom bisa tetap melahirkan secara normal.

Yuk simak: 10 Manfaat Singkong bagi Kesehatan Manusia

Sayangnya penyakit ini tidak bisa dicegah, meskipun demikian Anda bisa berusaha untuk menghambat perkembangan si tumor jinak ini agar tidak cepat membesar. Caranya dengan diagnosa dini. Karena itu ada baiknya bagi perempuan untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin.

Tanda-tanda Menderita Mioma

Banyak kasus miom uteri yang tidak menunjukkan gejala karena tumor ini tumbuh perlahan. Bila miom tumbuh secara signifikan, biasanya akan terasa tanda-tanda berupa:

  • Keluarnya menstruasi yang banyak dan lama.
  • Perut membesar.
  • Terasa ada benjolan di perut bagian bawah.
  • Nyeri perut.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Nyeri di daerah pelvik.
  • Nyeri di punggung kaki atau betis.
  • Gangguan kesuburan.
  • Gangguan buang air besar, seperti sembelit atau kembung.
  • Gangguan kemih, seperti inkotinensi urin atau berkemih tidak tuntas.

Demikian informasi tentang miom uteri yang perlu diwaspadai meskipun tergolong tumor jinak. Karena jika tidak ditangani dengan tepat akan mengganggu dan mempengaruhi kualitas hidup wanita atau pasangan suami istri.

Jika positif adanya miom di rahim, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter bagaimana menghadapi miom tanpa mengganggu rencana mempunyai keturunan, saat fase haid atau menstruasi dan perkembangan miom yang harus dimonitor secara teratur.