Cara Ngecas HP yang Benar dan Aman

6 min read

Smartphone kini merupakan perangkat yang wajib menemani seseorang di setiap kesempatan. Namun selain smartphone tentu kita juga perlu memperhatikan baterai sebagai sumber tenaga smartphone.

cara ngecas hp tanpa listrik

Jangan sampai kasus low batt atau baterai menipis menjadi kejadian yang sering dialami, karena alih-alih bisa menunjang kehidupan sehari-hari, malah disibukkan dengan ritual nge-charge baterai.

Melakukan pengisian daya baterai smartphone ternyata bukanlah hal yang sepele karena jika kita melakukan kesalahan saat mengecharge baterai smartphone maka potensi baterai menjadi rusak pun menjadi besar.

Baca juga: Cara Memeriksa Kesehatan Baterai Smartphone

Untuk itu perlu kita ketahui kapan waktu yang tepat untuk charge hp. Hal ini tentu penting agar smartphone cepat terisi daya baterainya dan baterai pun menjadi awet.

Smartphone pada umumnya menggunakan baterai bertipe lithium-ion yang mempunyai sifat tak selalu cepat menyerap daya saat di-charge. Ada periode tertentu yang memungkinan listrik bisa lekas tersimpan, tepatnya ketika baterai sudah hampir kosong saat mulai diisi kembali.

Menurut seorang teknisi bernama Mark Carlson dari Motorola, “Secara umum, sebuah baterai bisa menerima charging rate yang lebih tinggi saat sisa kapasitas dayanya sudah rendah, ketimbang masih tinggi,”. Dia juga menambahkan dalam komentarnya, “Jadi, baterai yang sisanya tinggal 10 persen biasanya bisa lebih cepat diisi ketimbang saat sisa dayanya masih 50 persen,” imbuh dia.

Baca juga: 17 Tips Meningkatkan Kemampuan Baterai Smartphone

Ingat hal tersebut di atas, jika smartphone usah memberikan alert atau peringatan bahwa baterai ponsel sudah berada di angka 10%, maka bersegeralah untuk melakukan pengisian ulang daya baterai smartphone. Mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya sederhana saja. Baterai lithium-ion pada gadget modern dibekali mekanisme perlindungan terhadap overcharge alias kelebihan pengisian.

Mekanisme ini diterapkan dengan cara memperlambat kecepatan charging saat kapasitas yang terisi sudah melewati batas-batas tertentu supaya pengisian daya bisa lebih mudah dihentikan ketika baterai sudah menjelang penuh.

Biasanya, fenomena di atas bisa diamati ketika baterai sudah hampir full. Ketika kapasitas sudah berada di kisaran 90 persen, penambahan persentase bakal berlangsung lebih lambat ketimbang sebelumnya. Tentu, kecepatan pengisian baterai bergantung pula pada faktor-faktor lain, seperti jenis smartphone dan kemampuan charger yang dipakai.

Sebuah ponsel dengan kapabilitas quick charge, misalnya, bakal kesulitan mengisi baterai dengan cepat apabila dipasangkan dengan charger yang tidak mendukung fitur serupa. “Jadi, meskipun pengisian bisa lebih cepat saat sisa kapasitas baterai tinggal sedikit, hardware dan software di dalam sistem charging perlu mendukung juga,” kata Carlson.

Baca juga: Solusi Facebook Messenger yang Menguras Baterai

Mengetahui kapan waktu yang pas untuk melakukan charge smartphone merupakan salah satu tindakan yang cerdas guna mengoptimalkan fungsi smartphone secara keseluruhan dan tentunya baterai akan lebih awet.

Baterai yang lebih awet, secara fungsi dapat meningkatkan ketersediaan smartphone guna menunjang kegiatan sehari-hari terlebih kini banyak orang yang menjadikan smartphone sebagai alat kerjanya.

Kesalahan Saat Mengecas Baterai Ponsel yang Harus Dihindari

Ponsel smartphone tidak lepas dari kegiatan mengecas atau mencharger baterai. Kegiatan ini pun terlihat mudah dan sepele, cukup masukkan kepala charger ke colokan listrik dan ujung microUSBnya ke port yang ada di ponsel.

Tetapi ada beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan mengisi daya smartphone yang tidak bisa dianggap remeh. Kenapa hal ini penting, karena jika kesalahan saat melakukan pengisian daya ini terus menerus dilakukan akan berakibat cukup fatal pada baterai smartphone.

Kerusakan yang cukup fatal pada baterai akan sangat merepotkan jika tipe ponsel yang kita punya menggunakan baterai tanam seperti seri ponsel Xiaomi Redmi terbaru atau semua ponsel iPhone.

Jika baterai tersebut sudah bocor, maka proses penggantian akan cukup rumit dan membutuhkan bantuan tenaga ahli di konter reparasi ponsel terdekat. Kebalikannya dengan tipe ponsel dengan baterai removable atau bongkar pasang, tipe ponsel ini cukup membeli baterai pengganti dengan tipe dan model yang sama sudah langsung bisa digunakan kembali.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengisi Daya Smartphone

Untuk itu semoga beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan pengguna saat mencharger smartphone berikut ini agar dihindari supaya baterai awet dan tahan lama..

1. Baterai dibiarkan hingga 0 Persen

Praktek ini sering dijumpai pada pengguna pemula smartphone. Mereka tidak mau repot untuk mengisi daya baterai ponsel hingga ponsel benar-benar mati. Padahal secara teknologi, baterai Li-Ion tak perlu menunggu hingga kosong untuk bisa diisi penuh kembali. Jika hal ini terjadi maka dampaknya adalah memperpendek umur baterai Li-Ion tersebut, hal ini dikarenakan adanya penambahan tegangan saat proses charging dari kondisi Nol persen, dan kondisi over voltage ini bis amembuat baterai jadi tertekan.

“Li-ion tidak perlu diisi hingga penuh. Faktanya malah lebih baik tidak mengisinya sampai penuh karena tegangan tinggi justru bisa menekan baterai,” demikian dituliskan pada laman Battery University yang mengkhususkan diri dalam pengujian baterai.

Perlu diketahui, baterai Li-ion dirancang untuk berkinerja baik pada kapasitas 30-80 persen. Maka, saat kapasitas baterai di bawah 30 persen sudah bisa diisi tanpa harus menunggu kapasitas baterai hingga 0 persen. Ketika kapasitasnya mencapai 80 persen kamu tak perlu menunggu hingga penuh 100 persen.

2. Malas Melepas Casing Smartphone Saat Ngecharge Ponsel

Temperature baterai akan naik saat proses pengisian daya berlangsung, hal ini dikarenakan adanya aliran tegangan ke baterai yang diindikasikan smartphone terasa menjadi hangat. Namun sering dijumpai, casing tambahan yang berfungsi sebagai bumper atau pelindung smartphone dari benturan tidak dilepas. Hal ini akan memperangkap panas yang muncul dari proses pengisian daya yang seharusnya lepas ke udara tetapi malah sebaliknya yaitu meningkatkan suhu hangat yg muncul sehingga terakumulasi menjadi panas.

Dengan melepaskan casing saat smartphone sedang diisi daya rupanya bisa membantu ponsel dan muatan baterai berada pada suhu yang nyaman.

Apple pernah mengingatkan agar pengguna tak mengisi perangkat pada suhu yang ekstrim “Sebaiknya hindari pemaparan perangkat terhadap suhu di atas 35 derajat C atau 95 derajat F. Karena itu bisa merusak baterai permanen,” kata Apple.

Makanya, lebih baik jika kamu melepas casing smartphone saat mengisi daya. Tujuannya jelas, agar panas pada bodi smartphone bisa menguap dan tak membuat smartphone mengalami overheating.

3. Tertidur Saat Mengisi Daya Smartphone

Overcharging atau smartphone jadi terlalu panas saat diisi daya adalah kesalahan yang sangat umum. Biasanya hal ini terjadi saat pengguna mengisi daya smartphone sebelum tidur dan tidak mencabut kabel selama berjam-jam, hingga pengguna bangun.

Jika hal ini berlangsung lebih dari 2-3 jam, ini bisa jadi masalah. Karena baterai Li-ion biasanya mencapai kapasitas 100 persen setelah diisi daya antara 2-3 jam. Kalau hal ini terus berlangsung, suhu baterai bisa naik terlalu tinggi dan tentu merusak perangkat. Ancaman lain yang kini sering terjadi adalah smartphone meledak.

4. Tidak Memperhatikan Lingkungan Tempat Saat Mencharge Smartphone

Mengisi daya smartphone di sembarang tempat rupanya bisa menimbulkan bahaya. Seperti disebutkan di atas, baterai Li-ion memiliki temperatur tertentu yang bisa ditoleransi. Nah, jika kamu menaruh ponsel di tempat yang begitu panas, otomatis suhu ponsel pun bisa meningkat dan itu bukan hal baik.

Pada sisi lain, menempatkan smartphone di area dengan suhu sangat rendah seperti di depan AC juga bisa menyebabkan masalah. Makanya, kamu harus memperhatikan tempat saat mengisi daya, jangan di tempat yang terlalu panas dan jangan di tempat yang temperaturnya terlalu dingin.

Sabrent Charger, sebuah charger yang mampu mengisi baterai smartphone dan tablet hingga 10 perangkat sekaligus.

5. Memakai Kabel USB Sembarangan

Kabel USB yang dipakai untuk mengisi daya biasanya bersifat universal. Artinya satu charger bisa dipakai untuk mengisi daya hampir semua ponsel. Sayangnya, kamu harus tahu kalau tidak semua charger cocok dipakai untuk mengisi semua ponsel.

Beberapa kepala charger sebenarnya dirancang untuk langsung memutus aliran listrik begitu kapasitas baterai sudah 100 persen. Jadi, kamu perlu memeriksa kembali apakah kepala charger yang kamu pakai cocok untuk smartphone kamu atau tidak.

Sekarang sudah jelas bukan beberapa kesalahan yang harus kamu hindari saat melakukan proses pengisian daya baterai ponsel?. Tujuan utama dari menghindari kesalahan ini adalah agar baterai smartphone awet, tahan lama dan sesuai dengan pedoman penggunaan yang dikeluarkan oleh pabrikannya. Juga guna menghindari kejadian smartphone meledak karena overheating saat mencharge.

Baterai ponsel yang terjaga kondisinya tentu akan membantu menjaga produktivitas dan aktivitas kegiatan sehari-hari meskipun masih ditunjang dengan adanya powerbank sebagai charger cadangan dikala jauh dari sumber listrik.

5 Tips Menghindari Ponsel Meledak

1. Gunakan Charger Bawaan

Setiap membeli ponsel baru pasti disertakan charger yang telah disesuaikan oleh pabrikan pembuatnya, gunakan charger bawaan tersebut karena memiliki kemampuan yang telah disesuaikan dengan kapasitas daya baterai. Tentunya hal ini juga telah menjalani pengontrolan mutu yang ketat yang menjadi SOP pabrikan sebelum merilisnya ke pasar.

Tetapi dalam prakteknya di masyarakat, sering kita temui adanya proses jual beli ponsel bekas tanpa menyertakan charger bawaan. Kerap kita temui istilah “batangan” untuk ponsel yang dijual tanpa ada charger alias ponsel itu sendiri dan hal ini akhirnya menggunakan charger yang ada di rumah atau menggunakan charger keluaran pihak ketiga.

Jika hal ini terpaksa dilakukan, maka cari informasi charger orisinil dari ponsel yang dimiliki memiliki kemampuan pengisian daya baterai di berapa mAH, lalu sesuaikan dengan charger yang akan digunakan. Jangan gunakan charger dengan kemampuan melebihi apa yang disarankan oleh pabrikan pembuat ponsel, jangan karena ingin cepat penuh saat pengisian daya malah menyebabkan masalah lain yaitu ponsel meledak.

Dan pastikan kabel charger dilepas saat ponsel telah terisi penuh walaupun di ponsel pintar terbaru sudah mampu melakukan cut-off otomatis arus yang masuk ke ponsel saat baterai sudah full 100%. Jadi tidak ada salahnya melakukan pencegahan dibandingkan adanya potensi kejadian ponsel meledak karena over-charge atau pengecasan yang berlebihan.

Hal ini dikarenakan saat adanya over-charge, ponsel menjadi panas dan berpotensi menyebabkan hubung singkat atau korslet yang bisa berujung pada ledakan.

2. Posisikan Ponsel di tempat Aman saat Melakukan Charging

Ada kasus di mana seorang ibu hamil di tahun 2017 silam terluka akibat ponsel Samsung Galaxy S5 nya meledak saat di-charge di dekat Kasur. Untung saja nyawa sang ibu dan kandungannya selamat meskipun telapak tangan terkena lukar bakar yang cukup parah.

Dari kasus tersebut ada pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya, yaitu jangan meletakkan ponsel saat di-charge di tempat yang tidak aman. Hal ini sering ditemui pada orang-orang yang begitu kecanduannya dengan ponsel mereka sehingga saat di tempat tidur pun ponsel tetap dibawa dan akhirnya tergeletak Kasur karena tertidur. Jika ponsel saat tidak digunakan tersebut masih bekerja seperti menonton video lewat youtube atau bermain game dan tehubung ke kabel untuk mengisi daya, hal ini akan berpotensi ponsel menjadi panas dan bisa berakibat fatal yaitu ponsel meledak. Ledakan di tempat tidur yang rawan dengan api tentunya akan sangat berbahaya dan mampu menimbulkan kebakaran.

3. Usahakan Ponsel dalam kondisi tidak panas

Ponsel yang intensif digunakan secara terus menerus akan mulai terasa panas apalagi secara bersamaan melakukan proses pengisian daya atau nge-charge. Untuk itu sebisa mungkin jangan gunakan ponsel saat di-charge dan jika ponsel sudah terasa panas, isitirahatlah terlebih dahulu dengan meletakkannya agar ponsel mendapatkan kesempatan untuk dingin kembali.

Jika anda benar-benar kecanduan dengan game mobile yang saat ini marak, gunakan ponsel yang memang mempunyai spesifikasi gaming dan tentu saja memiliki bandrol harga yang cukup lumayan menguras dompet.

4. Jangan Menekan Ponsel

Jamak dijumpai ponsel yang terjatuh mengalami korslet sehingga memperparah efek jatuhnya, hal ini dikarenakan kualitas baterai yang tidak baik. Dan selain karena terjatuh, ponsel yang sering mengalami posisi tertekan seperti tergencet karena berada di saku dapat mengakibatkan baterai bocor yang berpotensi memicu adanya ledakan ponsel.

Untuk itu usahakan untuk menyimpan ponsel di saku baju yang bebas dari tekanan layaknya di saku celana. Hanya saja tetap berhati-hati karena bisa saja jatuh saat tanpa sengaja kita menunduk. Jadi selalu waspada saja saat dimana ponsel berada di saku pakaian kita. Jangan sampai kita menghindari ponsel tergencet tetapi malah terjatuh dan menyebabkan resiko kerusakan juga.

5. Ganti Jenis Ponsel yang Meledak dengan tipe yang lain

Saat ada berita ponsel meledak, langsung cari tahu apakan tipe ponsel tersebut sama dengan tipe yang anda gunakan. Jika iya, maka sebaiknya ganti dengan tipe yang lain. Hal ini merupakan sebagai tindakan berjaga-jaga adanya kegagalan desain di ponsel yang meledak.

Demikian tips ngecas hp yang benar dan aman serta konsekuensi yang berpotensi timbul jika Anda asal-asalan saat mengisi ulang daya baterai. Semoga berguna dan bermanfaat.