Kesalahan Saat Mengecas Baterai Ponsel yang Harus Dihindari

Kesalahan Saat Mengisi Daya Smartphone – Ponsel smartphone tidak lepas dari kegiatan mengecas atau mencharger baterai. Kegiatan ini pun terlihat mudah dan sepele, cukup masukkan kepala charger ke colokan listrik dan ujung microUSBnya ke port yang ada di ponsel, tetapi sesungguhnya ada beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan mengisi daya smartphone yang tidak bisa dianggap remeh. Kenapa hal ini penting, karena jika kesalahan saat melakukan pengisian daya ini terus menerus dilakukan akan berakibat cukup fatal pada baterai smartphone.

Kerusakan yang cukup fatal pada baterai akan sangat merepotkan jika tipe ponsel yang kita punya menggunakan baterai tanam seperti seri ponsel Xiaomi Redmi terbaru atau semua ponsel iPhone. Jika baterai tersebut sudah bocor, maka proses penggantian akan cukup rumit dan membutuhkan bantuan tenaga ahli di konter reparasi ponsel terdekat. Kebalikannya dengan tipe ponsel dengan baterai removable atau bongkar pasang, tipe ponsel ini cukup membeli baterai pengganti dengan tipe dan model yang sama sudah langsung bisa digunakan kembali.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengisi Daya Smartphone

Untuk itu semoga beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan pengguna saat mencharger smartphone berikut ini agar dihindari supaya baterai awet dan tahan lama..

1. Baterai dibiarkan hingga 0 Persen

Praktek ini sering dijumpai pada pengguna pemula smartphone. Mereka tidak mau repot untuk mengisi daya baterai ponsel hingga ponsel benar-benar mati. Padahal secara teknologi, baterai Li-Ion tak perlu menunggu hingga kosong untuk bisa diisi penuh kembali. Jika hal ini terjadi maka dampaknya adalah memperpendek umur baterai Li-Ion tersebut, hal ini dikarenakan adanya penambahan tegangan saat proses charging dari kondisi Nol persen, dan kondisi over voltage ini bis amembuat baterai jadi tertekan.

“Li-ion tidak perlu diisi hingga penuh. Faktanya malah lebih baik tidak mengisinya sampai penuh karena tegangan tinggi justru bisa menekan baterai,” demikian dituliskan pada laman Battery University yang mengkhususkan diri dalam pengujian baterai.

Perlu diketahui, baterai Li-ion dirancang untuk berkinerja baik pada kapasitas 30-80 persen. Maka, saat kapasitas baterai di bawah 30 persen sudah bisa diisi tanpa harus menunggu kapasitas baterai hingga 0 persen. Ketika kapasitasnya mencapai 80 persen kamu tak perlu menunggu hingga penuh 100 persen.

2. Malas Melepas Casing Smartphone Saat Ngecharge Ponsel

Temperature baterai akan naik saat proses pengisian daya berlangsung, hal ini dikarenakan adanya aliran tegangan ke baterai yang diindikasikan smartphone terasa menjadi hangat. Namun sering dijumpai, casing tambahan yang berfungsi sebagai bumper atau pelindung smartphone dari benturan tidak dilepas. Hal ini akan memperangkap panas yang muncul dari proses pengisian daya yang seharusnya lepas ke udara tetapi malah sebaliknya yaitu meningkatkan suhu hangat yg muncul sehingga terakumulasi menjadi panas.

Dengan melepaskan casing saat smartphone sedang diisi daya rupanya bisa membantu ponsel dan muatan baterai berada pada suhu yang nyaman.

Apple pernah mengingatkan agar pengguna tak mengisi perangkat pada suhu yang ekstrim “Sebaiknya hindari pemaparan perangkat terhadap suhu di atas 35 derajat C atau 95 derajat F. Karena itu bisa merusak baterai permanen,” kata Apple.

Makanya, lebih baik jika kamu melepas casing smartphone saat mengisi daya. Tujuannya jelas, agar panas pada bodi smartphone bisa menguap dan tak membuat smartphone mengalami overheating.

3. Tertidur Saat Mengisi Daya Smartphone

Overcharging atau smartphone jadi terlalu panas saat diisi daya adalah kesalahan yang sangat umum. Biasanya hal ini terjadi saat pengguna mengisi daya smartphone sebelum tidur dan tidak mencabut kabel selama berjam-jam, hingga pengguna bangun.

Jika hal ini berlangsung lebih dari 2-3 jam, ini bisa jadi masalah. Karena baterai Li-ion biasanya mencapai kapasitas 100 persen setelah diisi daya antara 2-3 jam. Kalau hal ini terus berlangsung, suhu baterai bisa naik terlalu tinggi dan tentu merusak perangkat. Ancaman lain yang kini sering terjadi adalah smartphone meledak.

4. Tidak Memperhatikan Lingkungan Tempat Saat Mencharge Smartphone

Mengisi daya smartphone di sembarang tempat rupanya bisa menimbulkan bahaya. Seperti disebutkan di atas, baterai Li-ion memiliki temperatur tertentu yang bisa ditoleransi. Nah, jika kamu menaruh ponsel di tempat yang begitu panas, otomatis suhu ponsel pun bisa meningkat dan itu bukan hal baik.

Pada sisi lain, menempatkan smartphone di area dengan suhu sangat rendah seperti di depan AC juga bisa menyebabkan masalah. Makanya, kamu harus memperhatikan tempat saat mengisi daya, jangan di tempat yang terlalu panas dan jangan di tempat yang temperaturnya terlalu dingin.

Sabrent Charger, sebuah charger yang mampu mengisi baterai smartphone dan tablet hingga 10 perangkat sekaligus.

5. Memakai Kabel USB Sembarangan

Kabel USB yang dipakai untuk mengisi daya biasanya bersifat universal. Artinya satu charger bisa dipakai untuk mengisi daya hampir semua ponsel. Sayangnya, kamu harus tahu kalau tidak semua charger cocok dipakai untuk mengisi semua ponsel.

Beberapa kepala charger sebenarnya dirancang untuk langsung memutus aliran listrik begitu kapasitas baterai sudah 100 persen. Jadi, kamu perlu memeriksa kembali apakah kepala charger yang kamu pakai cocok untuk smartphone kamu atau tidak.

 

Sekarang sudah jelas bukan beberapa kesalahan yang harus kamu hindari saat melakukan proses pengisian daya baterai ponsel?. Tujuan utama dari menghindari kesalahan ini adalah agar baterai smartphone awet, tahan lama dan sesuai dengan pedoman penggunaan yang dikeluarkan oleh pabrikannya. Juga guna menghindari kejadian smartphone meledak karena overheating saat mencharge.

Baterai ponsel yang terjaga kondisinya tentu akan membantu menjaga produktivitas dan aktivitas kegiatan sehari-hari meskipun masih ditunjang dengan adanya powerbank sebagai charger cadangan dikala jauh dari sumber listrik.

Kesalahan Saat Mengecas Baterai Ponsel yang Harus Dihindari |Wildan |4.5 | dibaca 616 kali