Inilah Waktu yang Pas untuk Mengisi Daya Baterai Smartphone

Waktu yang Tepat untuk Charge HP – Smartphone kini merupakan perangkat yang wajib menemani seseorang di setiap kesempatan. Namun selain smartphone tentu kita juga perlu memperhatikan baterai sebagai sumber tenaga smartphone. Jangan sampai kasus low batt atau baterai menipis menjadi kejadian yang sering dialami, karena alih-alih bisa menunjang kehidupan sehari-hari, malah disibukkan dengan ritual nge-charge baterai.

Melakukan pengisian daya baterai smartphone ternyata bukanlah hal yang sepele karena jika kita melakukan kesalahan saat mengecharge baterai smartphone maka potensi baterai menjadi rusak pun menjadi besar. Untuk itu perlu kita ketahui kapan waktu yang tepat untuk charge hp. Hal ini tentu penting agar smartphone cepat terisi daya baterainya dan baterai pun menjadi awet.

Smartphone pada umumnya menggunakan baterai bertipe lithium-ion yang mempunyai sifat tak selalu cepat menyerap daya saat di-charge. Ada periode tertentu yang memungkinan listrik bisa lekas tersimpan, tepatnya ketika baterai sudah hampir kosong saat mulai diisi kembali.

Menurut seorang teknisi bernama Mark Carlson dari Motorola, “Secara umum, sebuah baterai bisa menerima charging rate yang lebih tinggi saat sisa kapasitas dayanya sudah rendah, ketimbang masih tinggi,”. Dia juga menambahkan dalam komentarnya, “Jadi, baterai yang sisanya tinggal 10 persen biasanya bisa lebih cepat diisi ketimbang saat sisa dayanya masih 50 persen,” imbuh dia.

Ingat hal tersebut di atas, jika smartphone usah memberikan alert atau peringatan bahwa baterai ponsel sudah berada di angka 10%, maka bersegeralah untuk melakukan pengisian ulang daya baterai smartphone. Mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya sederhana saja. Baterai lithium-ion pada gadget modern dibekali mekanisme perlindungan terhadap overcharge alias kelebihan pengisian.

Mekanisme ini diterapkan dengan cara memperlambat kecepatan charging saat kapasitas yang terisi sudah melewati batas-batas tertentu supaya pengisian daya bisa lebih mudah dihentikan ketika baterai sudah menjelang penuh.

Biasanya, fenomena di atas bisa diamati ketika baterai sudah hampir full. Ketika kapasitas sudah berada di kisaran 90 persen, penambahan persentase bakal berlangsung lebih lambat ketimbang sebelumnya. Tentu, kecepatan pengisian baterai bergantung pula pada faktor-faktor lain, seperti jenis smartphone dan kemampuan charger yang dipakai.

Sebuah ponsel dengan kapabilitas quick charge, misalnya, bakal kesulitan mengisi baterai dengan cepat apabila dipasangkan dengan charger yang tidak mendukung fitur serupa. “Jadi, meskipun pengisian bisa lebih cepat saat sisa kapasitas baterai tinggal sedikit, hardware dan software di dalam sistem charging perlu mendukung juga,” kata Carlson.

Mengetahui kapan waktu yang pas untuk melakukan charge smartphone merupakan salah satu tindakan yang cerdas guna mengoptimalkan fungsi smartphone secara keseluruhan dan tentunya baterai akan lebih awet. Baterai yang lebih awet, secara fungsi dapat meningkatkan ketersediaan smartphone guna menunjang kegiatan sehari-hari terlebih kini banyak orang yang menjadikan smartphone sebagai alat kerjanya.

Inilah Waktu yang Pas untuk Mengisi Daya Baterai Smartphone |Wildan |4.5 | dibaca 985 kali