Perbedaan Update, Upgrade dan Clean Install

Dalam dunia komputer banyak sekali istilah-isitlah baru yang memiliki makna yang hampir sama. Istilah-istilah tersebut tentunya banyak yang menggunakan bahasa inggris. Salah satu dari sekian banyak istilah-istilah tersebut adalah Update, Upgrade dan Clean Install. Ketiga istilah ini sering ditemui dan memiliki makna yang hampir sama meskipun efeknya berbeda. Jadi kapan dana pa bedanya saat menggunakan istilah update, upgrade dan clean install?, mari kita simak satu persatu di bawah ini.

Perbedaan Update, Upgrade dan Clean Install

Update

Istilah Update pada umumnya digunakan saat anda ingin mengganti file-file yang lama dengan file-file yang baru dari sebuah aplikasi software atau system operasi pada sebuah komputer atau smartphone. Proses update bertujuan untuk mengatasi masalah yang ada di aplikasi atau software sebelumnya, dan juga biasanya untuk mengaktifkan fitur atau fungsi tertentu sehingga performa software atau aplikasi akan lebih baik. Pada smartphone, hal ini sering kita temui adanya update aplikasi atau game yang langsung bisa dilakukan secara instan melalui PlayStore.

Proses update akan mengganti file-file sebelumnya yang ada di software atau aplikasi dan biasanya berupa kode-kode tambahan yang dirilis untuk mengatasi masalah yang muncul pada software atau aplikasi smartphone. Proses instalasi akan dilakukan secara otomatis atau manual dan hal ini bergantung pada settingan yang ada di perangkat smartphone atau komputer yang anda gunakan. Update software atau aplikasi memiliki banyak keuntungan, salah satunya adalah dapat menggunakan fitur-fitur yang baru yang kekinian dan hanya ada di aplikasi atau software pada jaman now atau kekinian.

Update aplikasi pada smartphone biasanya disetting secara otomatis dikarenakan banyak fitur baru yang disematkan di dalamnya seperti  aplikasi Whatsapp yang kini mampu untuk melakukan penghapusan pesan yang sudah terkirim, dimana hal ini tidak bisa anda temui di versi Whatsapp sebelumnya.

Update software pada laptop atau komputer sering dijumpai tidak disetting secara otomatis, biasanya hal ini dikarenakan software atau system operasi digunakan adalah versi tidak resmi. Sehingga banyak yang menggunakan versi software dengan rilis versi yang lama meskipun sudah tersedia versi yang paling baru dengan segudang fitur dan kemampuan yang lebih baik.

Upgrade

Mirip dengan proses update, istilah Upgrade digunakan saat anda ingin mengganti software atau system operasi yang lama dengan software atau system operasi edisi atau versi terbaru yang berasal dari produsen yang sama. Dalam penampilannya, jika versi terbaru tidak memiliki banyak perubahan maka proses upgrade tidak akan merubah apapun kecuali pada software yang anda upgrade.

Tampilan software yang diupgrade akan berbeda dan memiliki fitur-fitur baru yang semakin membuat banyak keunggulan serta keuntungan akibat adanya kegiatan upgrade software. Tentu hal ini merupakan salah satu daya tarik untuk melakukan upgrade.

Lalu bagaimana dengan file-file yang lama yang ada di komputer atau laptop?, biasanya file-file tersebut masih tetap ada dan setting-an komputer atau laptop pun masih tetap seperti semula. Hanya saja, meskipun tidak wajib, dalam melakukan Upgrade sangat disarankan untuk melakukan back-up file-file yang dirasa penting. Karena tidak ada jaminan 100% proses upgrade akan sukses terutama saat meng-upgrade smartphone atau komputer ke system operasi yang baru.

Clean Install

Dari istilah bahasanya, Clean install adalah salah satu cara menginstal sistem operasi (OS) yang berakibat pada terhapusnya sistem operasi dan seluruh file yang ada di dalam hardisk yang dipakai sebelumnya selama proses instalasi berlangsung. Clean Install layaknya meng-install system operasi yang baru. Dan tentu saja proses instalasi ini sangat merekomendasikan untuk melakukan backup file seperti di drive C: jika dilakukan pada komputer atau laptop berbasis Windows, atau dilakukan pada smartphone dengan mem-flash smartphone Xiaomi ke versi MIUI terbaru atau ke versi custom ROM berbasis AOSP.

Prinsip dari Clean Install adalah akan melakukan format pada harddisk sehingga benar-benar kosong dan siap di install sistem operasi yang baru. Setelah selesai dengan proses Clean Install, hardisk pada komputer ataupun internal storage pada smartphone akan hanya terisi oleh sistem operasi yang baru, sama seperti saat perangkat komputer PC atau smartphone pertama kali digunakan, lalu setelah hal ini sukses baru diikuti dengan menginstal satu persatu program atau aplikasi yang anda butuhkan.

Perbedaan Clean Install dan Upgrade

Saat berurusan dengan system operasi baik di komputer PC ataupun smartphone, antara Upgrade dan Clean Install mempunyai tujuan yang mirip, yaitu mengganti system operasi yang lama dengan system operasi yang baru. Jika proses mengganti system operasi dilakukan tanpa melakukan format pada harddisk atau internal storage serta tetap membiarkan file-file dan setingan lama tetap ada, maka proses tersebut dinamakan Upgrade. Hal ini ditandai dengan program aplikasi sebelumnya tetap berjalan baik walaupun sistem operasinya telah berganti. Idealnya seperti itu, walaupun terkadang disebagian pengguna mengalami beberapa gangguan pada beberapa program aplikasinya saat dijalankan.

Jika proses penggantian system operasi dilakukan dengan menghapus juga system operasi sebelumnya dan semua file serta setingan yang ada, maka hal ini jamak disebut dengan Clean Install. Clean Install atau jika dipadankan ke bahasa Indonesia gaul disebut dengan Instal dari awal atau install dari nol hanya akan menyisakan file-file dari system operasi yang baru terpasang. Di sini, istilah system operasi baru bukan berarti versi system operasi terbaru melainkan bisa saja versi system operasi sebelumnya. Misalkan dari Windows 10 ingin beralih ke Windows 7, atau jika di smartphone melakukan flash ke MIUI 8 setelah merasa tidak cocok dengan MIUI 9.

Proses instalasi system operasi baru akan dilanjutkan dengan pemasangan ulang aplikasi atau software pendukung lainnya ke dalam komputer PC atau smartphone. Sehingga bisa dikatakan, proses cleaninstall ini merupakan proses yang “menyakitkan” karena sangat menyita waktu yang cukup lama dibandingkan dengan proses upgrade dan karenanya sering anda temui proses upgrade sering juga disebut dengan istilah “In-Place Install”.

Penggantian system operasi dalam beberapa kasus cukup dilakukan dengan proses upgrade tanpa perlu melakukan clean install karena prosesnya lebih mudah dan sederhana, yaitu cukup dengan meng-upgrade file-file yang diperlukan dan tetap membiarkan file-file yang tidak ada hubungannya dengan proses upgrade. Sehingga program atau aplikasi yang selama ini ada, akan tetap berfungsi dengan baik. Contoh kasus semisal mengganti sistem operasi Windows 7 ke sistem operasi Windows 10 yang hanya dilakukan dengan cara upgrade saja. Atau jika smartphone Xiaomi anda masih bawaan pabrik dengan recovery bawaan pula, proses upgrade dari MIUI 8 ke MIUI 9 cukup dilakukan menggunakan system OTA yang tanpa harus melakukan penginstalan kembali aplikasi.

Hanya saja, terkadang proses upgrade tidaklah cukup karena pada beberapa kasus yang lain terkadang proses upgrade sistem operasi berdampak pada file-file yang lain sehingga beberapa program atau aplikasi ikut terpengaruh. Dikarenakan file-filenya hilang atau korup. Jika dampaknya pada banyak program atau aplikasi kita yang lain sehingga pekerjaan kita terganggu, pilihan clean install adalah solusinya. Hal ini biasanya jika di smartphone saat anda ingin menggunakan custom ROM berbasis AOSP dengan system operasi android terbaru, perlu dilakukan proses WIPE di recovery guna mendapatkan storage internal yang bersih sebelum dilakukan proses flash, karena jika tidak dilakukan terkadang smartphone akan masuk ke fase bootloop sehingga mau tidak mau smartphone harus mengalami proses clean install.

Semoga dengan mengetahui istilah Update, Upgrade, dan Clean Install serta arti dan perbedaannya dalam penggunaan sehari-hari mampu mengarahkan anda kapan melakukan hal-hal tersebut. Hal ini terutama sangat berkaitan dengan komputer PC dan smartphone. Jika melakukan Clean Install, maka bisa dipastikan driver smartphone yang telah terpasang akan butuh diinstall kembali guna mengenali smartphone yang terhubung melalui kabel USB selain tentunya aplikasi pendukung lainnya.

Perbedaan Update, Upgrade dan Clean Install |Henry |4.5 | dibaca 20 kali